Tampilkan postingan dengan label Produk Perawatan Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk Perawatan Mobil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2014

Hati-hati saat Modifikasi Kabin Mobil


Hati-hati saat Modifikasi Kabin Mobil
(foto: toplowridersites.com)

Mobil-mobil keluaran terbaru kini sudah dilengkapi oleh kantung udara atau air bag di balik dashboardnya. Jadi, apabila Anda tengah berencana memodifikasi dashboard dengan memakai pelapis tambahan, maka disarankan untuk lebih berhati-hati, sebab hal ini bisa saja menghambat fungsi air bag itu sendiri.

Skenario terburuk adalah ketika Anda sebagai pengguna mobil tidak awas terhadap kinerja montir bengkel saat mereka menutup seluruh dashboard dengan pelapis, yang dapat menghalangi kerja air bag saat diperlukan, ketika terjadi kecelakaan, misalnya. 

Dashboard merupakan komponen yang cukup sukar dibongkar-pasang. Begitu juga dengan setir, tempat air bag utama untuk pengemudi terletak. Selain berfungsi sebagai pelindung perangkat keras sistem mobil, sisi kabin dashboard memiliki estetika dan pengaruh desain interior untuk kenyamanan penumpang.

Jadi, sebenarnya sah-sah saja apabila Anda ingin memodifikasi tampilan kabin mobil Anda sehingga menjadi lebih indah. Namun, sebaiknya wadah penyimpanan air bag jangan sampai diutak-atik sembarangan mengingat perannya yang begitu signifikan terhadap keselamatan Anda.






(sumber: kompas.com)


Kamis, 27 November 2014

Aksesoris Minimal, BBM Maksimal


Aksesoris Minimal, BBM Maksimal
(foto: luiemotorfiets.nl)
Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 memang sudah tidak bisa diganggu gugat. Namun, ada baiknya bila Anda tetap menghemat pengeluaran bahan bakar demi memenuhi kebutuhan lain yang terkena imbasnya. 

Banyak faktor yang menyebabkan kendaraan Anda menyedot BBM melebihi dari yang seharusnya. Salah satunya adalah perilaku dari pengendara. Selain perilaku pengendara, apa lagi yang bisa membuat Anda boros pemakaian bahan bakar?

Pertama, membiarkan ban kekurangan angin, selain membuat pelek rusak saat menerjang lubang, hal ini juga bisa membuat boros bahan bakar; Kedua, menggunakan swing arm yang lebih berat dari bawaan motor, sehingga memicu penggunaan bahan bakar yang berlebihan; Ketiga, penambahan bobot pada motor, seperti penggunaan boks, dan membuat pemakaian BBM bertambah. Terakhir, yaitu penggunaan tapak ban yang melebihi standar, sehingga menyebabkan gesekan ban dengan aspal semakin lebar dan menyedot bahan bakar secara berlebih.

Itu tadi faktor-faktor yang membuat Anda semakin boros bahan bakar. Jadi, apa fokus Anda saat ini, penampilan prima atau keuangan prima?







(sumber: otomotifnet.com)



Senin, 24 November 2014

Tips Efektif Hemat Bahan Bakar Mobil


Tips Efektif Hemat Bahan Bakar Mobil
(foto: ist)

Kenaikan harga BBM sudah tidak dapat dihindari. Sudah seharusnya para pengguna kendaraan mulai mencoba mengurangi konsumsi bahan bakar. Berikut adalah beberap tips sederhana dan singkat dalam menghemat konsumsi BBM mobil: 

  • Injak pedal gas secara perlahan. Apabila Anda menginjak pedal gas dengan keras, maka konsumsi BBM akan lebih tinggi, karena semakin besar bukaan gas, semakin besar pula gelontoran bahan bakar yang masuk ke karburator.
  • Matikan mesin di tengah kondisi macet. Apabila Anda terjebak di jalanan padat, ada baiknya Anda matikan mesin mobil, dan membuka jendela mobil Anda. Lalu, jaga selalu Intensitas Rem. Hindari stop and go secara berulang-ulang, yang menjadi salah satu penyebab borosnya penggunaan bahan bakar.
  • Kontrol kecepatan laju. Kecepatan yang cukup baik dan efektif dalam menghemat BBM adalah dengan melaju di bawah kecepatan 100 km/h. Diyakini, cara ini dapat menekan konsumsi BBM sebanyak 25%. Kemudian, pastikan tekanan ban dalam kondisi prima, sebab bila tidak maka gesekan antara permukaan ban dan jalan semakin besar sehingga kinerja mesin terbebani.







(sumber: otosia.com)






Rabu, 19 November 2014

Ban Berspesifikasi Khusus pada Mobil Sport


Ban Berspesifikasi Khusus pada Mobil Sport
(foto: ist)

Menjadi elemen yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan, fungsi ban sangat menentukan performa berkendara Anda, khususnya pada stabilitas dan daya cengkram. Untuk mobil sport, diperlukan ban dengan spesifikasi khusus demi menjaga keselamatan pengendara. Bila jenis ban tidak disesuaikan dengan mobil sport Anda, maka akan berakibat buruk pada mobil dan penumpang.

Atas dasar ini salah satu produsen ban terbesar di dunia, Michellin, mencoba memberikan kode "N" pada ban yang disesuaikan dengan mobil sport. Jika sudah seperti ini, maka pengendara mobil Sport harus menyeragamkan semua jenis ban yang dipakai, tidak diacampur. Sebab masing-masing jenis ban memiliki performa yang berbeda-beda.

Secara garis besarnya, pihak Michellin menyatakan bahwa setiap produk Michellin dibuat atas dasar faktor keselamatan pengendara. Hal itu diutarakan langsung oleh country director Michellin Indonesia, Jean Charles Simon, dalam suatu wawancara. "Pemilihan ban yang tepat merupakan langkah awal untuk menciptakan better mobility dan meningkatkan aspek safety saat berkendara. Michellin akan terus menghadirkan produk-produk terbaik di seluruh segmen konsumen di Indonesia."






(sumber: kompas.com)


Kamis, 13 November 2014

Faktor Mesin Gampang Mati karena AC


Faktor Mesin Gampang Mati karena AC
(foto: zigwheels.com)

Keberadaan AC pada mobil memiliki peranan besar dalam membuat kerja mesin lebih berat. Sebab sistemnya berhubungan langsung dengan putaran mesin. Oleh karenanya, bila terjadi kesalahan setingan maka akan membuat mesin semakin terbebani saat melaju. Tanda-tanda yang kerap kali muncul adalah ketika mesin seakan-akan ingin mati ketika berhenti.

Selain itu, dalam kecepatan rendah, Anda 'dipaksa' untuk menekan gas lebih dalam dari biasanya untuk meningkatkan putaran mesin. Apabila hal tersebut terjadi, sebaiknya Anda kenali beberapa penyebab di balik itu semua. Normalnya, ketika diam dan AC belum dihidupkan, mesin akan bergerak sekitar 800 rpm. Kemudian, bila AC sudah dinyalakan, maka rpm akan naik hingga 900-1000 rpm. Apabila rpm di bawah ketentuan normal itu, hampir bisa dipastikan mesin akan dengan sangat mudah mati.

Kasus ini jarang terjadi pada mobil berjenis injeksi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih dibutuhkan setingan manual. Sirkulasi yang kurang baik dapat menyebabkan kompresor bekerja ekstra. Jika seperti ini, maka putaran mesin akan bertambah berat.

Kompresor yang tidak sesuai standar ataupun terlalu besar juga bisa membuat mesin mudah drop. Ini bisa disebabkan oleh kompresor yang sudah rusak atau diganti dengan kompresor yang tidak sesuai dengan standar. AC kerap kali membebani mesin, namun adakalanya pula mesin memang mengalami gangguan dan butuh diservis ulang.






(sumber: otosia.com)

Selasa, 11 November 2014

Hujan Tiba, Ikuti Tips Berkendara Ini


Hujan Tiba, Ikuti Tips Berkendara Ini
(foto: tigerlim.com)

Indonesia tengah memasuki transisi cuaca, dari panas ke musim penghujan. Hampir tiap hari kucuran hujan membasahi jalan. Tentu Anda sebagai pengendara mobil harus lebih berhati-hati, sebab berkendara di saat hujan memiliki risiko yang cukup besar. Jarak pandang yang minim dan kondisi jalanan yang licin menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan mobil saat hujan.

Oleh karena itu, Anda memerlukan persiapan khusus agar tetap berkendara aman di jalan saat hujan. Pengecekan kondisi fisik mobil menjadi salah satu langkah awal yang perlu diperhatikan. Kecenderungannya di saat hujan ialah banyaknya jalanan berlubang. Maka dari itu, perhatikan selalu sisi kaki-kaki mobil. Lakukanlah antisipasi agar roda tidak terperosok ke dalam lubang demi menjaga suspensi tetap aman, dan tidak merusak roda serta velg.

Kemudian, Anda juga disarankan untuk memeriksa komponen-komponen mobil yang berbahan karet, seperti karet-karet pintu dan wiper. Karet-karet pintu sangat membantu dalam merapatkan pintu saat ditutup, sehingga air hujan dari luar tidak merembes masuk ke bagian interior mobil. Sedangkan apabila karet wiper mengeras, maka hampir dipastikan kinerjanya tidak akan maksimal. Akibatnya kaca depan tidak akan mudah bersih, dan penglihatan Anda pun akan cukup terganggu.







(sumber: otosia.com)

Tips Pahami Mobil Overheat


Tips Pahami Mobil Overheat
(foto: kissingtheleper.com)

Kondisi mobil panas berlebih atau yang biasa disebut overheat sangat menjengkelkan tentunya, apalagi bila Anda dalam situasi sedang buru-buru ke suatu tempat. Overheat kerap kali membuat mobil mogok secara tiba-tiba. Konsekuensi terparahnya adalah ini dapat merusak mesin mobil Anda.

Untuk mengatasi hal tersebut, penting bagi Anda untuk memahami terlebih dahulu komponen-komponen yang seringkali menjadi faktor utama terjadinya overheat. Misalkan, kebocoran pada radiator. Radiator berperan sangat penting dalam menjaga mesin tetap dingin. Apabila air dalam radiator ini sampai habis, dampaknya pun akan sangat buruk. Oleh sebab itu, Anda sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan secara rutin setiap kali hendak melakukan perjalanan.

Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk memeriksa kipas radiator. Pastikan kipas berfungsi secara sempurna dan tanpa hambatan, sehingga sistem pendingin tetap mampu bertahan. Cek terlebih dahulu motor penggeraknya. Apabila kipas memiliki masalah, penekanan hawa dingin dengan kipas ini tentunya akan terganggu kinerjanya.






(sumber: otosia.com)

Minggu, 09 November 2014

Cuaca Panas, Perhatikan Komponen Ini


Cuaca Panas, Perhatikan Komponen Ini
(foto: autoorb.com)

Cuaca Ibu Kota tengah mengalami masa transisi dari musim panas ke musim penghujan. Namun, cuaca terik masih saja terasa di siang hari, sehingga memberikan efek udara panas bagi para pengendara mobil. Beberapa komponen rentan rusak dan wajib mendapatkan perhatian lebih.

Untuk mengurangi efek panas dan angin kering, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan demi memperpanjang umur komponen:

  • Sistem Pendingin. Setiap mobil memiliki temperatur tertentu untuk bekerja dengan performa terbaiknya. Kuras radiator dan bersihkan dari aneka material residu. Periksa selalu aliran pendingin, termasuk bila terjadi kebocoran.
  • Oli Mesin. Dalam suatu waktu tertentu, pelumas kehilangan viskositas dan partikel penting yang bertugas melindungi mesin. Hal ini akan meningkatkan panas, dan membuat mesin tak dapat bekerja maksimal. Periksalah level oli, pastikan memakai oli sesuai yang direkomendasikan.
  • Aki. Suhu sekitar yang tinggi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan aki. Kronologisnya, AC secara terus menerus menekan panas di kabin dan mengaktifkan blower yang tenaganya diambil langsung dari aki. Kemudian periksalah kabel dan terminal dari korosi, lalu bersihkan.
  • Filter udara. Udara yang kering dan angin kencang akan menerbangkan debu lebih banyak. Akbiatnya, filter udara semakin berat dan tersumbat oleh banyak kotoran. Apabila perputaran udara kurang baik dan banyak, maka performa mobil akan menurun. Oleh karena itu, filter udara harus sering dibersihkan, dan jika sudah waktunya Anda bisa menggantinya dengan yang baru.






(sumber: kompas.com)

Kamis, 06 November 2014

Pahami Rangkaian Mesin Matic


Pahami Rangkaian Mesin Matic
(foto: laxmihyundai.com)

Tipe mobil transmisi matic memang berbeda jika dibandingkan manual, khususnya pada rangkaian persneling yang mereka miliki. Untuk mobil matic itu sendiri, dibutuhkan perawatan yang lebih dari generasi manual. Oleh sebab itu, penting bagi Anda pemilik mobil untuk memahami tiap bagian dan komponen mesin dalam upaya perawatan mesin.

Tahap awal yang bisa dilihat adalah Automatic Transmision Fluid. Di dalam gearbox mesin matic terdapat cairan yang berfungsi untuk melumasi mesin yang disebut Autimatic Transmision Fluid (ATF). Komponen mesin ini menjadi salah satu komponen mesin matic yang wajib diganti secara rutin, sebab ini sangat berguna dalam membantu perpindahan gigi dan juga merapatkan kopling.

Selanjutnya, Anda harus memerhatikan slip kopling. Dari komponen ini bisa dideteksi pula soal kerusakan yang mungkin terjadi pada mobil matic. Umumnya, jika terjadi kerusakan maka pengguna akan merasakan ketidakseimbangan antara laju dan putaran mesinnya. Mesin yang menderu kencang menunjukkan bahwa mobil seharusnya melaju dalam kecepatan yang cenderung naik. Tetapi, bila malah berlawanan besar kemungkinan telah terjadi kerusakan pada mesin mobil matic Anda.







(sumber: otosia.com)